BSI Andalkan Haji dan Emas untuk Tembus Top 5 Bank Syariah Dunia

Hajiumrahnews.com — Bank Syariah Indonesia (BSI) menargetkan untuk masuk ke dalam lima besar bank syariah dunia, dengan ekosistem haji dan bisnis emas sebagai dua pilar utama pendorong pertumbuhan.
Dalam laporan UOB Kay Hian (UOBKH) yang dirilis pada 9 Oktober 2025, BSI menargetkan return on equity (ROE) sebesar 25%, dengan asumsi rasio biaya terhadap pendapatan (cost-to-income ratio) sebesar 40%, product holding ratio (PHR) di atas lima kali, dan biaya kredit kurang dari 80 basis poin.
“Franchise haji dan emas menjadi sumber dana berbiaya rendah sekaligus bisnis margin tinggi,” tulis analis UOBKH Posmarito Pakpahan dalam laporan tersebut.
Menurut UOBKH, PHR atau rasio perputaran produk menjadi indikator kinerja utama bank. Saat ini, tingkat penetrasi produk emas di BSI masih tergolong rendah—baru 6,9% dalam portofolio pinjaman payroll—namun sudah mencatat PHR tiga kali (3,0x). Angka ini menunjukkan peluang ekspansi yang masih sangat besar.
Haji dan Emas Jadi Penggerak Utama
Basis rekening tabungan haji BSI mencapai 5,9 juta nasabah pada 2025, dengan saldo rata-rata meningkat dari Rp2,1 juta menjadi Rp2,5 juta per nasabah.
Dua sektor ini—haji dan emas—dinilai mampu menghasilkan produk simpanan yang “lengket” (sticky savings) serta menjaga biaya dana (cost of funds/CoF) tetap efisien.
“Bersama, franchise haji dan emas menciptakan fondasi dana murah yang stabil sekaligus mendukung margin tinggi,” ujar Pakpahan.
Selain itu, peran BSI sebagai bank bullion memperkuat kemampuannya menyediakan layanan terpadu berbasis emas, mulai dari tabungan, pembiayaan, investasi, hingga kemitraan dalam ekosistem industri halal.
Menuju Panggung Global
Melalui strategi ini, BSI berambisi memperkuat posisinya sebagai ikon keuangan syariah Indonesia di kancah global, sejalan dengan visi pemerintah menjadikan Indonesia pusat ekonomi syariah dunia.
Target ambisius ini juga diharapkan meningkatkan kepercayaan investor terhadap potensi sektor keuangan syariah Indonesia, yang kini menjadi salah satu pasar terbesar di dunia.
Dengan fokus pada efisiensi, digitalisasi, dan ekosistem halal, BSI menegaskan langkah strategisnya menuju Top 5 Global Islamic Bank di bawah peta jalan industri keuangan syariah nasional.